(Berita ini telah dikirimkan ke serambi Indonesia, 16 Januari 2011)
Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Barat Daya (Hipelmabdya) mengadakan diskusi publik di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Lampriet, Sabtu malam (15/1). Acara yang bertempat di depan Anjungan Aceh Barat Daya (Abdya) yang juga merupakan sekretariat Hipelmabdya ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Abdya yang ada di Banda Aceh seperti pengurus Hipelmabdya, mahasiswa Abdya, tokoh masyarakat Abdya serta unsur pemuda dan pengurus paguyuban kecamatan se-Abdya.
Diskusi informal yang berlangsung sejak pukul 20.00 sampai dengan 23.00 WIB ini menyita perhatian banyak kalangan dari Abdya yang berdomisili di Banda Aceh dan sekitarnya. Sekitar 50 peserta tampak memadati halaman depan Anjungan Abdya yang dijadikan sebagai tempat berlangsungnya acara tersebut.
Ketua Umum Hipelmabdya, Iswandi R. mengatakan bahwa tujuan dari diskusi publik ini adalah untuk menjaring isu, membahas serta mendiskusikan permasalahan-permasalahan dan dinamika sosial kemasyarakatan yang terjadi di daerah (Abdya) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif.
Dari hasil diskusi tersebut menghasilkan suatu kesepakatan bersama untuk menyelesaikan konflik internal yang terjadi antara pihak eksekutif dan legislatif di daerah beberapa bulan terakhir karena persoalan ini telah membawa dampak yang cukup serius terhadap berbagai aspek, misalnya belum adanya titik terang tentang pembahasan dan target pengesahan APBK tahun 2011 sehinnga akibat ketidak jelasan ini telah berimplikasi terhadap berbagai kepentingan rakyat.
Forum diskusi tersebut juga memberikan beberapa rekomendasi terkait permasalahan ini, yaitu agar pihak eksekutif dan legislatif mau membuka diri untuk menyelesaikan masalah ini secara terbuka, menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Abdya untuk memberikan kontribusi bagi penyelesaian konflik yang telah membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat itu serta juga menghimbau kepada pemerintah Aceh untuk memberikan perhatian penuh dan merumuskan rekomendasi terkait dengan masalah itu.
Tokoh pemuda Abdya yang juga aktivis Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh, Arman Fauzi menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut sebagai konsekwensi yang diakibatkan oleh permasalahan yang terjadi antara pihak eksekutif dan legislatif di daerah yang berdampak buruk terhadap masyarakat dalam berbagai sektor.
“Kami berharap semua pihak yang terlibat mau membuka diri untuk menyelesaikan permasalahan ini demi stabilitas kehidupan masyarakat di Abdya.” Ujarnya.
Sebagai tindaklanjut dari diskusi perdana tersebut, Hipelmabdya akan mengadakan diskusi lanjutan dalam waktu dekat dengan menghadirkan pihak yang berseteru, dalam hal ini eksekutif dan legislatif untuk duduk bersama mencari titik temu untuk permasalahan tersebut.
“Ke depan kami akan mencoba mengundang pihak eksekutif dan legislatif untuk mendiskusikan masalah ini secara terbuka demi mendapatkan solusi terbaik atas persoalan ini.” Tutup Iswandi R. (SK)
Pelakasna Diskusi Departemen Kontrolisasi dan Advokasi Hipelmabdya
By. Dept. Infokom Hipelmabdya







Komentar Terakhir